| |
|
Gereja
Katolik berkarya di masyarakat untuk perkembangan masyarakat. Salah
satu karya yang dilaksanakan adalah karya pendidikan. Maka Karya
pendidikan sekolah katolik tidak bisa dilepaskan dari Gereja Katolik.
Tak jarang sekolah katolik merupakan karya yang mengawali dan mengantar
tumbuh dan berkembanganya Gereja Katolik.
Dengan motivasi ingin turut serta secara aktif untuk membangun Indonesia,
pada tanggal 26 Agustus 1949, berdirilah Yayasan Mardi Yuana yang
menyelenggarakan pendidikan dari tingkat Pra Sekolah sampai sekolah
menegah umum maupun kejuruan. Sampai awal milenium III ini Keuskupan
Bogor masih mengelola 39 sekolah di bawah Yayasan Mardi Yuana. Pendidikan
yang di selenggarakan meliputi pendidikan pra sekolah; TK sebanyak
10, SD sebanyak 11 sekolah, SMP sebanyak 11 sekolah, SMA sebanyak
5 sekolah, SMK sebanyak 2 sekolah. Jumlah murid yang belajar di
sekolah Mardi Yuana sebanyak 11.453 siswa. Dengan guru serta karyawan
sebanyak 647 dan para pensiunan sebanyak 176 orang.
Masa depan sekolah Mardi Yuana ditentukan oleh kita bersama penyelenggara
Yayasan Mardi Yuana dan para pelaksana di unit kerja sekolah Mardi
Yuana. Selain itu juga tergantung dari pemakai jasa pendidikan yaitu
masyarakat. Yayasan Mardi Yuana sangat bersyukur dan berterima kasih
kepada semua pihak yang telah berpartisipasi secara aktif dan intensif
dalam langkah demi langkah perjalanan Yayasan Mardi Yuana. Yayasan
masih menganggap perlu mengajak semua yang terkait untuk “bersama
melangkah“ maju menuju masa depan Yayasan Mardi Yuana yang lebih
cerah dan menggairahkan. Yayasan Mardi Yuana mengharapkan kebersamaan
kita dalam menyerempakkan langkah, pikiran, dan perbuatan serta
darma bakti kita bersama demi kemajuan bersama dan kejayaan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Semua pasti bisa saling menuntun, saling
bergandengan tangan, saling bergandengan hati dan pikiran, saling
membantu untuk maju menuju masa depan yang lebih baik, lebih cerah,
dan menggairahkan. Jayalah Mardi Yuana!
|
|