Home SD MARDI YUANA RANGKASBITUNG
SD Mardi Yuana Rangkasbitung

DATA UMUM


Nama Sekolah

Sekolah Dasar Mardi Yuana Rangkasbitung


Berdiri

1 Agustus 1949

Alamat
Jln. Multatuli No. 18/20 Rangkasbitung 42311
Kabupaten Lebak, Banten
Telepon : (0252) 206570


VISI MISI
“Memperhatikan dan menolong generasi muda supaya mengenyam pendidikan”.


Sejarah
Sekolah Dasar Mardi Yuana Rangkasbitung didirikan pada tanggal 1 Agustus 1949 oleh Yayasan Mardi Yuana yang berpusat di Sukabumi. Pada waktu itu, sebagai Ketua Perwakilan Yayasan Mardi Yuana Rangkasbitung ialah Pastor Paroki Rangkasbitung, yakni Pastor Kusnen.

Tujuan didirikannya Sekolah Dasar Mardi Yuana di Rangkasbitung antara lain untuk menolong putra-putri yang pada waktu itu masih banyak yang terlantar dan tidak bersekolah. Pemerintah pada waktu itu belum begitu memperhatikan pendidikan karena masih harus berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang pada waktu itu hampir-hampir direbut oleh bangsa Belanda. Dalam waktu perjuangan mempertahankan kemerdekaan itulah Sekolah Dasar Mardi Yuana di Rangkasbitung didirikan.

Pastor Kusnen yang pada waktu itu telah mendirikan Rumah Sakit Misi Lebak berpikir bahwa alangkah baiknya kalau di Rangkasbitung didirikan lapangan pendidikan untuk membina generasi muda. Sejak itu mulailah Pastor Kusnen merencanakan mendirikan sekolah-sekolah. Untuk itu memang harus ada lembaga atau yayasan yang menanganinya secara khusus. Karena itu Pastor meminta izin kepada Uskup Bogor agar di Paroki Rangkasbitung dapat dididirikan lapangan pendidikan, dan Uskup memberi jalan bahwa hal itu dapat dilaksanakan. Dan Uskup sudah mempunyai Yayasan untuk wilayah Banten, Bogor, Sukabumi, Cianjur yaitu Yayasan Mardi Yuana. Oleh Yayasan Mardi Yuana Pastor Kusnen diangkat sebagai Kepala Perwakilan Yayasan Mardi Yuana di Rangkasbitung dan diperbolehkan mendirikan sekolah.

Pastor Kusnen dengan mudah mencari tanah untuk lokasi sekolah karena Rangkasbitung pada waktu itu masih banyak tanah kosong dan merupakan semak belukar dan hutan-hutan yang belum terurus dan tidak diketahui siapa pemiliknya.

Pastor diberi tanah bekas bangunan yang telah tidak berfungsi lagi di Jalan Multatuli Rangkasbitung. Setelah minta izin kepada Penilik Sekolah setempat, mulailah Pastor Kusnen merancang bangunan sekolah.
Dari biaya yang telah ada Pastor dapat membuat bangunan darurat dari kayu dan bambu untuk segera dapat mulai melaksanakan pendidikan di sekolah. Berdirilah pada waktu itu Sekolah Rakyat dengan Kepala Sekolah Bapak Rejomulyo.

Kelas 1 Sekolah Rakyat pada waktu itu menerima murid baru yang beraneka ragam kecuali anak-anak yang belum pernah masuk sekolah, banyak pula anak usia belasan tahun yang telah putus sekolah tanpa rapor dan surat keterangan. Kelas 1 SR pada waktu itu anak-anaknya besar-besar, karena itu setiap ada perlombaan kasti antar sekolah pasti juara pertama. Kecuali murid-muridnya, guru-guru dan karyawan pun sering mengadakan perlombaan kasti dengan masyarakat. Karyawan Rumah Sakit Misi Lebak yang sekarang sudah pensiun mengatakan bahwa pernah menjadi juara se-wilayah Banten. Tahun berikutnya ditambah guru baru yaitu Bapak Sumantri. Beliau mengajar di kelas II, beliau mendapat gagasan bahwa untuk lebih mudah mendapat murid SR yang memenuhi syarat perlu didirikan Taman Kanak-kanak. Gagasan itu disetujui oleh Bapak Rejomulyo, kemudian istri Pak Sumantri dijadikan guru Taman Kanak -kanak dan mempergunakan tempat SR yang masih kosong. Sekolah Rakyat Negeri pada waktu itu baru sekitar 9 sekolah, yang belum bisa menampung anak-anak usia sekolah seluruh Rangkasbitung. Karena itu SR Mardi Yuana Rangkasbitung makin banyak muridnya. Kekurangan guru segera didatangkan dari Yayasan Mardi Yuana pusat Sukabumi. Guru-guru baru itu antara lain, Bapak Hardjo Turut, Bapak FXJ. Siswopranoto, Bapak A. Sukardjo, Bapak Saban dan lainnya. Karena fasilitas perumahan guru belum mencukupi, maka sebagian besar guru-guru itu tinggal di asrama Rumah Sakit Misi Lebak.

Sekolah Rakyat Yayasan Perguruan Mardi Yuana Rangkasbitung terkenal dengan macam-macam jura, terutama soal kelulusan ujiannya hingga 100%. Dan dari anak-anak lulusan itu kebanyakan diterima di SGB Negeri Rangkasbitung dan mendapat ikatan dinas dari pemerintah. Alumni terdahulu itu sekarang sudah menduduki jabatan penting seperti Penilik sekolah, Kepala Departemen P dan K, Kepala Sekolah, guru SMP dan Kepala Kantor Pajak di Serang.

Menurut penilaian dari masyarakat dan pemerintah, SD Mardi Yuana Rangkasbitung termasuk sekolah yang baik dan berprestasi. Hubungan dengan masyarakat dan pemerintah juga terbilang baik.
Yang tidak bisa dilupakan ialah pada masa pergolakan partai-partai politik tahun 1960. Bangunan SD Yang merupakan bangunan darurat yang sudah agak lapuk itu akan dibakar oleh orang-orang dari partai tertentu. Pada waktu itu tengah malam ada beberapa orang masuk ke SD Mardi Yuana dengan membawa minyak tanah dan korek api. Untunglah penjaga sekolah mengetahuinya dan segera memberitahukan kepada Kepala Sekolah. Dengan cepat Kepala Sekolah lapor kepada polisi dan dengan cepat pula polisi datang berusaha menangkap orang-orang yang akan membakar sekolah. Orang-orang itu berusaha melarikan diri dan keluar melalui atap sekolah sebelum meloncat ke jalan raya.

Dari data yang diketemukan, keadaan sekolah pada 1 Januari 1973 dapat diketahui bahwa SD Mardi Yuana terdiri dari 16 kelas, banyaknya murid mencapai 580 orang dan 18 orang guru serta 2 orang pegawai.


 

Slide Show MY

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Who's Online

We have 5 guests online